Saturday , December 7 2019
Home / Artikel / Universitas Politik a la PKS

Universitas Politik a la PKS

ilustrasi



Oleh : Jaki Umam
Umumnya universitas yang kita kenal ada gedung, ada kurikulum, ada mahasiswa dan tentu ada dosennya. Universitas Politik a la PKS juga memenuhi rukun itu. Gedung mereka ada di masjid-masjid, kampus, sekolah, pusat pemerintahan, mal, perkantoran, pasar tradisional dan kawasan industri.
Mereka juga memiliki kurikulum komprehensif dan berkualitas. Nih cek ajahttp://t.co/cLuK32Gc . Mereka juga punya ratusan ribu dosen relawan (murabbi) yang ilmu dan moralnya telah teruji di masyarakat. Mahasiswanya merupakan orang-orang yang datang dari berbagai lingkungan, mahasiswa, pedagang, PNS, siswa, penulis, politisi sampai petani.
Jutaan manusia secara multilevel dibiasakan saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran. Secara berjamaah mengusung panji kebangkitan. Satu orang membina sepuluh orang, tiap orang dalam kelompoknya membina sepuluh orang lagi, dan begitu seterusnya bak diagram pohon.
Organisasinya sangat rapi. Dibangun secara disiplin di atas rel Alquran dan Hadits.Setiap pekan berkumpul, membaca Alquran, menghafal ayat, mengkaji sunah, dievaluasi amalannya dan dibekali taushiyah, taujih, tsaqafah dll.
Buat yang belum tau, taushiyah adalah nasihat, taujih adalah ceramah, tsaqafah adalah pengetahuan.
Ada jadwal berkemah, olahraga (riyadhah), menginap bersama di masjid, dan tabligh akbar di masjid atau lapangan desa. Semua hal dikaitkan dengan ibadah, termasuk politik. Memang demikian harusnya kan?
Politik adalah bagian fundamental dalam visi masa depan mereka. Layaknya sebuah ibadah, mereka mengajarkan politik yang bersih, tidak menikam dari belakang atau memecah-belah kelompok lain.
Politik adalah cara Nabi menjadikan Islam digdaya. Negara Madinah dan masyarakatnya dibangun dengan politik yang unggul. Politik yang berprinsip pada amar ma’ruf dan nahyi munkar. Politik yang tidak menuhankan uang.
Logikanya, untuk menciptakan negeri yang Islami, harus diciptakan dahulu pemerintahan yang Islami. Untuk menciptakan pemerintahan yang Islami, harus diciptakan dulu masyarakat yang memahami dan mempraktikkan Islam dengan sepenuh hati. Untuk menciptakan masyarakat Islami, harus diciptakan dahulu keluarga-keluarga yang berwawasan Islam kafah dan berkomitmen terhadapnya. Dan untuk menciptakan keluarga Islami, harus diciptakan dahulu pribadi-pribadi Islam yang tangguh dan tahan banting.
Hingga kelak tahapan-tahapan ini akan menciptakan peradaban rabbani di muka bumi. Fakta ini diulang-ulang tiap saat dalam kelas-kelas Universitas Politik.
Percaya atau tidak, di indonesia saat ini telah tercetak ratusan ribu pribadi tangguh lulusan Universitas Politik, yang tiap saat mampu menggerakkan mesin politik PKSdengan performa tinggi. Bahkan pada 1998, Dahlan Iskan menamakannya ‘Massa Santun di Dunia Bergetah’. Nih link-nya http://t.co/sYi8iNeY.
Mereka tersebar merata sampai ke tingkat desa dan kecamatan. Masing-masing memiliki peran sendiri di masyarakatnya. Ada yang menjadi guru, lurah, tukang bakso, mahasiswa, anggota polisi dan TNI, kyai, ustadz, penulis, direktur, CEO, sekuriti, akuntan, dokter, PNS, petani, politisi, petani, nelayan, penjaga pintu air sampai tukang odong-odong.
Islam menjadi pemersatu mereka, dimana jutaan orang disadarkan bahwa 1.5 M lebih penduduk bumi adalah saudara mereka. Mereka saling salam saat bertemu di jalan. Kadang mereka tidak canggung membahas politik internasional di teras tetangga.Kadang mereka hanya curhat masalah keluarga dan pekerjaan.
Mereka saling dipertemukan dengan jodohnya. Membina keluarga sakinah, demi menciptakan benih-benih rabbaniyah dalam masyarakatnya. Mereka saling berbagi dalam suka, bahu-membahu dalam duka, bahkan menjadi orang pertama yang maju saat bencana melanda.
Pada saat pertama kali muncul, dalam Revolusi Jilbab tahun 1990-an, Suharto bahkan tidak tahu dari mana datangnya orang-orang ini. Setelah reformasi, Universitas Politik PKS berkembang bak jamur di musim hujan. Menjadi media aktivis di kampus, sekolah dan instansi. Orang-orangnya adalah agen perubahan (agent of change) di tiap lingkungan yang mereka singgahi.
Anak-anak muda alumni Universitas Politik inilah yang menjadi harapan masa depan bangsa indonesia. Masa depan yang lebih baik.
Mudah-mudahan 2014 nanti ada seorang alumni Universitas Politik yang akan diamanahi menjadi pemimpin bangsa ini. Siapa yang menyangka mereka akan melahirkan presiden?
Sejauh yang gue tau, merekalah yang sadar bahwa ‘pemimpin itu pelayan’. Nih link-nya http://t.co/J9Z4UE9R . Karena itu selalu diulang-ulang dalam segala forum.
Kalau belum bisa duduk memimpin bangsa ini, ya, Allah belum mengijinkannya. Begitu keyakinan yang selalu diperjelas. Kalau sebaliknya, bagi mereka, itulah kemenangan atas kezaliman yang ratusan tahun telah melilit leher bangsa ini sejak kolonialisme.
Sesungguhnya kebaikan yang tidak terorganisir dapat dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir” (Ali bin Abi Thalib).
Dan para alumni Universitas Politik terus mempersiapkan diri, karena kemenangan Islam telah tercatat di dalam Alquran.
Sumber :

About pkskabbogor

Check Also

Berkah Musyawarah, Salah Maupun Benar Hasilnya

  Musyawarah itu berkah, apapun keputusannya. Berkah saat benar atau pun salah hasil keputusannya. Allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.