Tuesday , December 10 2019
Home / Artikel / Menolak Miss World Dengan Setengah Hati? Kenapa Tidak Secara Kaaffah!

Menolak Miss World Dengan Setengah Hati? Kenapa Tidak Secara Kaaffah!

Melihat Pro dan Kontra mengenai perhelatan Miss World 2013 yang rencananya akan diadakan di Bogor, Jawa Barat. Rasa-rasanya seperti melihat kemaksiatan yang paling besar. Sehingga orang yang kontra terhadap perhelatan Miss World tersebut menjadi begitu bersemangat.
Semangat anti kemaksiatan untuk menolak diadakannya kontes Miss world 2013 di Bogor, memang sebuah reaksi yang terlihat positif. Dan ini juga mestinya harus didukung seluruh umat Islam di Indonesia.
Tidak hanya terlepas oleh pergelaran Miss World saja mestinya, kontes kecantikan yang lainnya juga mesti jadi sorotan. Seperit Putri Indonesia dan berbagai ajang pencari bakat yang lain.
Kenapa? Lantaran kita memang terlalu sering dijejali dengan beberapa hal yang tidak bermanfaat apalagi menjadikan umat Islam semakin jauh dari agamanya. Acara Miss World, Putri Indonesia dan bebergai ajang pencarai bakat. Hanya sekedar pemoles untuk membuat umat Islam semakin terlena dengan kontes-kontes semacam itu.
Jika menolak Miss World, mestinya kita juga sama menolak ajang yang serupa ketika diadakan di negara ini. Tetapi buktinya, umat Islam yang menolak Miss World tidak sama semangat dalam penolakannya dengan ajang dari kontes yang lainnya.
Kontes-kontes yang mengumbar Aurat memang selayaknya dihilangkan.
Namun menjadi menarik dan “setengah hati”, kita umat Islam hanya reaktif menolak ketika ada ajang Miss World yang akan diadakan di Bogor atau saat pengiriman delegasi untuk ikut Miss World. Padahal kontes Miss World 2013 yang akan diadakan di Bogor sendiri menghilangkan Sesi Penggunaan Bikini. Lalu apa bedanya kontes Miss World dan Kontes Putri Indonesia, dan beberapa ajang pencari bakat yang lainnya? Nggak ada bedanya. Lalu kenapa kita umat Islam juga tidak menolak sekeras kontes yang ada di Indonesia? Anehkan!
Spekulasi Dibenturkan
Saya (red, penulis) menganggap ada sebuah rencana dibenturkannya umat Islam dengan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan. Yang juga seorang Da’i. Benarkah seperti itu?
Kita sebagai umat Islam mestinya harus berfikir dengan luas dan struktur. Bukan sekedar reaktif ketika ada berbagai isu yang membuat akal tertutup dengan sekedar perbuatan reaktif kita.
Ingat, kontes Miss World itu kontes kencantikan dunia. Tentunya banyak perwakilan-perwakilan dari beberapa negara yang mengikutkan salah satu wakilnya untuk ikut dalam ajang tersebut. Ini kontes Dunia!
Jadi, tentunya seorang Gubernur yang membawahi sebuah wilayah pada beberapa daerah tidak akan dibolehkan menyelenggarakan sebuah kontes seperti Miss World jika bukan karena rekomendasi Pemerintah Pusat.
Gubernur Ahmad Heryawan sendiri telah mengatakan bahwa ia hanya dimintai ijin sekedar secara prosedural saja, tetapi yang memberikan semua ijin tersebut adalah Menteri Budaya dan Pariwisata.
Tentunya, jika seorang Gubernur menolak diadakan di Provinsinya, toh masih bisa diadakan pada provinsi yang lainnya. Lalu apa bedanya? Nggak ada bedanya! Tetap di Indonesia ajang Miss World 2013 diadakan.
Sekedar Reaktif? Semestinya itu bukan ciri seorang muslim!
Dari beberapa informasi, bahwa ajang Miss World 2013 sebenarnya bukan hanya diadakan di Bogor, tetapi diadakan di beberapa wilayah di Indonesia. Coba sekarang, apa bedanya jika ditolak oleh Gubernur Jabar, malah bisa jadi diadakan di Provinsi Jateng (misalnya), atau masih ada sekitar 33 Provinsi yang siap menampung ajang Miss Universe 2013.
Jadi, jangan setengah hati saja menolak sebuah kemunkaran. Mestinya harus total, jika tidak boleh di Jabar yah tentunya tidak boleh ditempat yang lainnya, atau tidak boleh ada di Indonesia. Dan yang menolak Miss World juga menggugat agar Indonesia keluar dari keanggotaan Miss World. Harusnya total, bukan setengah-setengah!
Ada sebuah perbincangan dalam forum Grup Facebook yang dikelola oleh para Wartawan. Salah satu wartawan mengatakan “Ngobrol-ngobrol dengan Pak Gubernur saat sarapan pagi, beliau mengatakan. Kalau di Provinsi Jabar di tolak Miss Universnya (Miss World maksudnya), biar Provinsi kita yang terima. Itung-itung buat kampanye, kalau provinsi kita bisa menaikkan devisa dari Pariwisata di Provinsi ini.”
Sebagai umat Islam, apakah kita belum mampu berfikir bahwa penolakan pada Miss World ini bisa jadi ditunggangi oleh kepentingan lain? Mestinya, (Sekali lagi) jika kita menolak diadakan di Jabar, yah harusnya secara “Kaaffah” ditolak diseluruh wilayah Indonesia. Jangan sekedar menolak setengah hati!
Yang menjadi sangat aneh, bahwa ijin yang baku dikeluarkan oleh Kementerian Kebudayaan Dan Pariwisata. Tetapi orang pada Demonstrasi menolak Miss World pada Gubernur Jabar. Apa tidak setengah hati menolaknya? Sebagaimana seorang Muslim yang Kaaffah (menyeluruh), mestinya yang menolak Miss World 2013 langsung mendatangi kantor Kementerian Kebudayaan Dan Pariwisata lalu menyuarakan mengenai penolakan diadakannya Miss World di Indonesia, bukan hanya di Jabar.
(Sekali lagi) Mestinya, Jadi seorang muslim jangan setengah-setengah!
Oleh: Abu Jaisy

About pkskabbogor

Check Also

Berkah Musyawarah, Salah Maupun Benar Hasilnya

  Musyawarah itu berkah, apapun keputusannya. Berkah saat benar atau pun salah hasil keputusannya. Allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.