Saturday , December 14 2019
Home / Artikel / LHI Ditangkap KPK, Ayo Lihat Audit BPK!

LHI Ditangkap KPK, Ayo Lihat Audit BPK!

Oleh : Nasrulloh Mu
Bila ingin melihat sudut pandang yang lain mengenai penangkapan LHI oleh KPK, kita bisa melihat beberapa temuan audit terbaru BPK atas kebijakan import daging sapi. Dimana BPK, selasa kemarin, baru saja merilis hasil auditnya.
Tujuan BPK melakukan audit salah satunya, pertama apakah ada kerugian negara dari pelaksanaan kebijakan tersebut.  Kedua, apakah ada kesalahan prosedur dari sebuah aturan yang sudah ditetapkan.
Dari hasil audit BPK terhadap kebijakan import daging sapi, salah satunya ditemukan  terjadinya kelebihan realisasi import.
Dimana,  realisasi impor daging sapi pada tahun 2010 dan 2011 melebihi kebutuhan. Masing-masing sebanyak 83,8 ribu ton atau 150 persen dari kebutuhan impor dan 67,1 ribu ton atau 187 persen dari kebutuhan impor.
Pada sisi lain, pada tahun-tahun berikutnya  Pemerintah terus menetapkan kebijakan penurunan bahwa import daging sapi. Ditahun ini dilakukan penurunan sebesar 10 persen dari tahun sebelumnya.
Dari kedua temuan tersebut, dengan prosentase import yang belum dikurangi saja pada tahun 2010 dan 2011, sudah terjadi kelebihan realisasi import dari yang seharusnya, apalagi bila terus dilakukan pengurangan.
Dari temuan BPK juga, didapatkan bahwa Kementrian Perdagangan melakukan beberapa kesalahan prosedur yaitu :
1. Penetapan kebutuhan impor, pemberian kuota dan penerbitan persetujuan pemasukan atas impor daging dan jerohan sapi seluruhnya masih menjadi kewenangan Kementerian Pertanian tetapi dilakukan oleh Kementrian Perdagangan.
2. Pemberian persetujuan impor dari Menteri Perdagangan, yang tidak berdasarkan rekomendasi dari Menteri Pertanian.
Jadi ditemukan kewenangan dari Kementrian Pertanian  diserobot oleh Kementrian Perdagangan. Atau bila itu memang kewenangan Kementrian Perdagangan namun tidak sesuai dengan rekomendasi dari yang dikeluarkan oleh Kementrian Pertanian.
Dari audit BPK ini terlihat bahwa Kementrian Perdagaangan “sudah seirama dan sejalan” dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan import daging sapi (mafia import daging sapi). Namun Kementrian Pertanian belum mengikuti kepentingan para importir daging sapi.
Jadi sangatlah wajar apabila importir daging sapi ingin “menembak” Kementrian Pertanian dengan cara-cara tidak terpuji (cara suap ) agar kepentingan mereka tercapai. Oleh karena itulah, dilakukan “Pertemuan Medan” antara salah satu importir dengan Mentan dan LHI yang menurut media menjadi jalan awal untuk bernegoisasi.
Namun bagaimana hasil pertemuan tersebut ? Ternyata tidak ada perubahan rekomendasi dari Kementrian Pertanian soal import daging sapi. Jadi apakah LHI menggunakan pengaruhnya untuk merubah kebijakan import daging sapi ?
Mengenai Kementrian Perdagangan yang sudah menyalahi ketentuan import daging sapi kenapa tidak di usut oleh KPK ? Mungkin saja didalamnya terjadi “permainan” yang bisa dipidanakan.
Sumber :

About pkskabbogor

Check Also

Berkah Musyawarah, Salah Maupun Benar Hasilnya

  Musyawarah itu berkah, apapun keputusannya. Berkah saat benar atau pun salah hasil keputusannya. Allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.