Monday , December 9 2019
Home / Artikel / Intermezzo Empat Khalifah (Part.II) | by @yoan_dolang

Intermezzo Empat Khalifah (Part.II) | by @yoan_dolang


Intermezzo Empat Khalifah 
(Part.II) 


Oleh Yoan

Sesungguhnya Rasulullah shalallahu’alahiwassalam telah berhasil membawa masyarakat islam ke puncak keluhuran melampaui manusia biasa. Jika ada pepatah yang mengatakan bahwa pahlawan adalah mereka yang berhasil melampaui kemampuan dirinya, maka ialah Rasulullah yang telah berhasil mencetak pahlawan-pahlawan islam yang sanggup berjuang hingga bahkan kering titis darah mereka.
Pada intermezzo kali ini, mari kita sejenak bernostalgia pada kejayaan ‘Umar bin Khaththab ra.
Dialah ‘Umar bin Khaththab yang tubuhnya besar kekar, yang kekuatan fisiknya mampu mengalahkan 20 puluh orang dewasa saat ini, yang juga suara berat berwibawanya berpadu dengan kecerdasan pikirnya.
Kehadiran ‘Umar dalam kancah sejarah islam telah melejitkan fase dakwah dari sirriyah menjadi terang-terangan. Atas izin Allah pula lah, kekhalifahan yang dipimpin oleh ‘Umar setelahnya mampu mendobrak ekspansi terluas sepanjang sejarah dengan rentang waktu 10 tahun 6 bulan 8 hari saja.
‘Umar bin Khaththab telah diangkat oleh Abu Bakr Ashshiddiq ra sebagai khalifah dengan cara tariqul-ahad, yaitu memilih sendiri penggantinya setelah mendengarkan pendapat yang lain, dan lalu membai’atnya di depan umum. Beberapa ulama berpendapat, bahwa cara ini dipilih karena Abu Bakr ingin menghindari perpecahan dalam tubuh ummat jika mereka memilih sendiri, persis seperti yang sempat terjadi pada masanya.
Sepanjang masa kekahalifahannya, ‘Umar berhasil memunculkan berbagai macam peristiwa spektakuler dan mencengangkan sejarah. Tak heran lagi, jika concern utama panglima sejati ini adalah PENAKLUKAN dan PERLUASAN.
Banyak pihak yang menklaim ‘Umar sebagai “tukang perang”, padahal ianya sendiri sangat membenci perang jika bukan untuk pembelaan dan perlindungan terhadap agama dan wilayah islam. Uniknya pertahanan atau penaklukan ini justru berujung pada perluasan wilayah. Inilah hebatnya ‘Umar, STRATEGIS!
Tercatat kurang lebih 44 penaklukan yang berhasil dimenangkan di bawah kepemimpinan ‘Umar, meliputi jazirah Arab, Syiria, Mesir, sebagian besar Persia, termasuk pula pembukaan Baitul Maqdis. Bahkan Damaskus telah ditaklukan ‘Umar pada tahun pertama kekhalifahannya, melanjutkan perjuangan yang sempat dilakukan di masa Abu Bakr. Begitu juga dengan Baitul Maqdis, kota ini dikepung selama empat bulan oleh pasukan muslim yang dipimpin oleh ‘Amru bin Ash, sebelum akhirnya dapat ditaklukkan dengan syarat Khalifah Umar bin Khattab sendiri yang menerima “kunci kota” itu dari Uskup Agung Sefronius, karena kekhawatiran mereka terhadap pasukan Muslim yang akan menghancurkan gereja-gereja.
Adapun dalam strategi militer, ‘Umar berhasil menemukan sistem militer yang belum pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya, yang mana ‘Umar membagi pasukan besarnya menjadi batalion-batalion yang lebih kecil,  sesuai dengan isi surat ‘Umar kepada Sa’ad bin Abi Waqash;
“Jika engkau sudah menerima suratku ini maka pecahlah pasukanmu menjadi satuan-saatuan yang lebih kecil. Jelaskan kepada mereka tentang tindakan itu, angkatlah pemimpin untuk tiap-tiap pasukan, berilah perintah pemimpin-pemimpin itu di depan semua pasukan, hormati mereka di depan anak buah mereka, dan serahkan panji-panji pasukan pada prajurit yang paling cepat memacu kudanya.”
Uniknya, keluhuran hati dan kebijaksanaan ‘Umar membuat para musuh pada akhirnya kagum dan percaya dengannya, ini disebabkan oleh semua penaklukan ‘Umar justru memberikan dampak positif pada wilayah tersebut. Maka tak heran, pada masa ‘Umar, orang berbondong-bondong masuk islam tanpa paksaan. Inilah memang yang menjadi misi ‘Umar, penakulukan untuk menegakkan keadilan, serta menggenapi pewaris negeri dengan keislaman.
Di balik pribadi ‘Umar yang terkenal tegas dan keras, sesungguhnya ‘Umar sendiri juga merupakan sosok yang sangat penyayang dan melankolis. Seringkali ‘Umar menangis karena takut pada Allah subhanallahuta’ala. Bahkan ‘Umar adalah pemimpin yang tak pernah segan-segan turun langsung untuk meminta nasehat dari rakyatnya. 
‘Umar jugalah yang terkenal sebagai pemimpin tukang ronda, menginspeksi langsung keadaan rakyatnya, bahkan tanpa satu orang pengawal pun. Ini seperti kisah yang dituturkan oleh Auza’iy, yang pada satu malam ‘memergoki’ Khalifah Umar masuk rumah seseorang. Ketika keesokan harinya Auza’iy datang ke rumah itu, ternyata penghuninya seorang janda tua yang buta dan sedang menderita sakit. Janda itu mengatakan, bahwa tiap malam ada orang yang datang ke rumah mengirim makanan dan obat-obatan. Tetapi janda tua itu tidak pernah tahu siapa orang tersebut. Padahal orang yang mengunjunginya tiap malam tersebut tidak lain adalah khalifah yang sangat ia kagumi selama ini.
Subhanallah… mudah-mudahan Allah memuliakan ‘Umar..
Masih panjang daftar kebajikan serta keberanian yang telah dilakukan ‘Umar bin Khaththab. Sampai akhirnya sang panglima ini syahid di saat akan mengimami sholat shubuh oleh tikaman Abu Lukluk, yang konon menaruh dendam terhadap kekalahan Persia serta kebijakan-kebijakan ‘Umar.
Sebelum menutup kisah ini, ada cuplikan menarik tentang percakapan ‘Umar dengan Salman Alfarisi ra;
‘Umar: apakah aku ini raja atau khilafah?
Salman menjawab, jika engkau memungut satu dirham, lebih sedikit atau lebih banyak, dari tanah kaum muslimin. Lalu engkau menggunakannya bukan pada haknya, berarti engkau seorang RAJA, dan bukan KHALIFAH.
Lalu meneteslah air mata bening di tubuh tegap gagah itu.. Air mata tanda takut pada Rabb-nya..


Wallahua’lam.


Medan, 16-4-2013

by @yoan_dolang

sumber :
http://www.pkspiyungan.org/2013/04/intermezzo-empat-khalifah-partii-by.html

About pkskabbogor

Check Also

Berkah Musyawarah, Salah Maupun Benar Hasilnya

  Musyawarah itu berkah, apapun keputusannya. Berkah saat benar atau pun salah hasil keputusannya. Allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.