Saturday , December 7 2019
Home / Artikel / Benci Berakhir Simpati | Hadiyan Faris Azhar

Benci Berakhir Simpati | Hadiyan Faris Azhar

Oleh : Hadiyan Faris Azhar 
saya tidak habis pikir, sejahat apa sih PKS ini, sampai-sampai saya banyak menemukan artikel di kompasiana yg isinya kebencian dan kebencian saja. mungkin jika dilengkapi dengan fakta akan lebih enak dibaca, namun tak satupun artikel-artikel kebencian ini dilengkapi dengan fakta pendukung yg menguatkan kebencian para penulisnya. kebanyakn hanya bersifat asumtif dan sangat emosional.
awalnya saya ingin membalas tulisan-tulisan tersebut dengan tulisan lainnya, tapi tidak satupun tulisan tersebut didukung dengan bukti dan fakta, sehingga saya memutuskan untuk membiarkannya berlalu.
padahal kalau kita mau secara jujur melihat, partai manakah yg sampai saat ini paling bersih. sampai saat ini PKS tidak berkontribusi sedikitpun mengisi penjara dan lapas di Indonesia dengan kader-kadernya. saya mau jujur bertanya kepada para penulis atikel-artikel tersebut, tolong disebutkan kader PKS mana yg sudah terbukti secara hukum dan sudah tervonis bersalah secara hukum?
coba bandingkan dengan partai-partai lain, bukan untuk menjelek-jelekkan partai lain, saya hanya mengajak melihat kondisi secara objektif. bandingkan dengan partai-partai lain, dari sejak berdirinya partai tersebut.
tapi jujur saja, saya tidak sama sekali merasa terganggu dengan artikel-artikel macam itu, toh jumlah pembacanya hanya kisaran 100 orang sampai paling maksimal 1.000 orang dan cuman bertahan di halaman kompasiana selama 3-24 jam saja. sedangkan di dunia nyata ada ratusan hingga jutaan warga Indonesia yg melihat secara langsung kontribusi PKS di Indonesia, dan juga kontribusi ini akan terus bertahan dihalaman Indonesia, karena akan selalu di karyakan oleh kader-kader PKS.
saya hanya mau jujur berkata, bahwa saya mencintai orang-orang yg menulis artikel-artikel tentang PKS ini, karena secara langsung dan tidak langsung artikel-artikel tersebut alih-alih menjadi racun namun ia menjelma menjadi penyulut semangat kader-kader PKS dilapangan maupun di dunia maya untuk meningkatkan kontribusinya pada Indonesia, untuk semakin mengenalkan PKS kepada rakyat Indonesia. uga menjadi penyulut rasa penasaran warga Indonesia kepada PKS.
ada sebuah kisah nyata tentang seorang kompasianer yg juga merupaka om saya, pada awalnya dia termasuk yg cenderung membenci PKS, karena selama ini beliau selalu dan sering nyindir PKS di hadapan saya dan istri saya. sejauh pengetahuan saya, om  saya ini banyak membaca artikel-artikel kebencian terhadap PKS. dan akhirnya suatu hari beliau secara langsung bertanya ttg PKS kepada saya, dan saya jelaskanlah ttg PKS sebisa saya, saya berikan artikel-artikel lainnya yg membahas PKS secara lebih objektif.
bak pucuk dirindu ulam pun tiba, om saya ini tiba-tiba nanya, “ris PKS itu no urut berapa tahun 2014 nanti? punya rekomendasi ga caleg di tangsel yg kamu kenal dan bisa om pilih nanti”
saya cuman bisa bengong ketika ditanya hal demikian, kemudian saya bilang “PKS itu no 3, kalau calegnya saya belum bisa kasih rekomendasi, kan baru pada didaftarin, insyaAllah kalau udah pasti daftar calegnya akan saya kabari ke om”
jujur saja, seumur hidup saya baru sejak di kompasiana dan sejak saya membaca artikel-artikel tersebutlah saya baru mulai menulis hal-hal terkait PKS. terima kasih para penulis PKS (baik pro ataupun kontra) ^_^
Sumber :

About pkskabbogor

Check Also

Berkah Musyawarah, Salah Maupun Benar Hasilnya

  Musyawarah itu berkah, apapun keputusannya. Berkah saat benar atau pun salah hasil keputusannya. Allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.