Sunday , December 8 2019
Home / Berita / Suherman, Tokoh Muda Penyemai Dakwah PKS di Jayapura

Suherman, Tokoh Muda Penyemai Dakwah PKS di Jayapura

Bertemu dengan sosok kita kali ini, kita diajak untuk berkenalan dengan seorang yang masih muda usia tetapi memiliki beragam pengalaman berharga yang dapat dibagikan. Di usianya yang masih belum genap kepala empat ini, telah banyak peran ia bisa lakonkan. Dengan tipe pembelajar, ia bisa menjalani semua tugas yang diembannya dengan baik.
Suherman, SH dilahirkan di Palembang, 12 Oktober 1975. Namun ia hanya berada di tanah kelahirannya selama tiga tahun, selanjutnya ia harus mengikuti orang tuanya kembali ke tanah Jawa. Tiga tahun di tanah Jawa, ia pun kembali harus berhijrah ke ujung timur negeri ini, Merauke. Di kota inilah, Suherman menjalani pendidikannya di tiga jenjang pendidikan, dari SD hingga SMEA. Sepertinya serba tiga ia jalani dalam cerita ini, 3 tahun di Palembang, 3 tahun di tanah Jawa, dan 3 jenjang pendidikan ia tempuh di Merauke, seolah tepat benar dengan nomor partainya yaitu nomor 3 (tiga) di pemilu 2014 nanti.
Setelah dianggap matang oleh keluarganya, ia pun dilepas untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi ternama di Irian Jaya, nama provinsi Papua ketika itu. Di Universitas Cenderawasih (Uncen) Suherman sempat menyelesaikan program Diploma III dari program studi Bimbingan dan Konseling. Berbekal pendidikannya inilah, ia sempat menjalani profesi sebagai seorang guru, sebelum ia diamanahi oleh partai dakwah untuk menduduki posisi sebagai wakil rakyat di DPRD kota Jayapura.
***
Sejak tahun 1996 ketika berada di dunia kampus, ia mulai tertarik dengan para aktivis tarbiyah, yang saat itu ia dapati di Kampus Universitas Cenderawasih telah marak. Kegiatan mereka terlihat dari aktifnya mushola kampus dengan berbagai kegiatan kajian dan aktivitas sosial keagamaan mahasiswa lainnya.
Ia merasa nyaman berada di tengah-tengah para aktivis tarbiyah, karena menurutnya ikatan ukhuwah di antara mereka begitu terasa. Apalagi, di usianya yang masih belia saat mencari jati diri, sebuah lingkungan yang tepat ia temui. Seperti tanaman berada di tanah yang subur. Layaknya ikan ketemu kolam nan segar. Di lingkungan tarbiyah ini, ia bisa tumbuh dan terus berkembang. Ia merasa nyaman dan enjoy bersama para aktivis dakwah. Bersama tarbiyah ia terus berkembang. Melalui tarbiyah ia bisa menumbuhkan berbagai potensi yang dimilikinya.
Menurutnya, tarbiyah mampu memberikan pemahaman baginya tentang Islam yang syumul. Tarbiyah juga mendorongnya untuk menerapkan sekecil apa pun yang dipahaminya tentang diinnya. Di sini juga ia mulai berlatih mengasah kemampuan organisatorisnya.
Karakter aktivis dakwah yang sangat ia rasakan yaitu menyatunya hati-hati mereka dengan ukhuwah yang sangat kuat. Para aktivis dakwah yang pernah dikenalnya tidak hanya membekas di hatinya, lebih dari itu mereka pulalah yang mewarnai hidupnya menggapai sukses dalam kehidupan ini.
***
Suherman menikah dengan Firsandy Libriyanti, S.Pd.I dan dikaruniai dua orang anak, Abdul Hadi Taqiyuddin (6 tahun) dan Naylah ‘Alimatul Yumna (3 tahun). Ia pun melanjutkan studi di STIH Umel Mandiri dan menyelesaikan S1 dalam bidang hukum pada tahun 2012 yang lalu. Program S1 yang ia selesaikan ini merupakan obsesinya ketika menikah dulu, bahwa istri dan ibu mertuanya telah lebih dahulu menyelesaikan S1, maka ia pun termotivasi untuk melanjutkan studinya.
Berkaitan dengan kesibukkannya, ia memiliki prinsip yang patut dicontoh, bahwa semakin sibuk seseorang, akan semakin pandai mengatur waktu. Anggapan jika seseorang sibuk kemudian tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik adalah anggapan yang tidak benar. Bahkan ketika begitu banyak amanah yang dimiliki, ia akan menjalani waktu yang dimilikinya dengan penuh tanggung jawab.
Bagaimana kesibukkannya bisa kita lihat dari aktivitas harian yang ia lalui. Sebagai ayah dari dua anak 6 tahun dan 3 tahun, merupakan pekerjaan yang tidak ringan. Usia yang demikian merupakan saat-saat di mana anaknya sangat membutuhkan perhatian dari orang tuannya, salah satunya dalam bentuk membersamai mereka.
Tugas keseharian Suherman bersama anak-anaknya yaitu membersamai mereka ketika bangun tidur, mengingatkan jadwal, memandikan di pagi hari, dan mengantarkan mereka ke sekolah. Setelah selesai dengan kegiatan pagi bersama anak-anak, ia pun bersiap menuju kantor. Masih ada satu lagi tugasnya yang tidak kalah penting yaitu membersamai anak-anak shalat berjamaah di masjid. Baginya shalat berjamaah di masjid adalah kesempatan terbaik untuk membersamai dan senantiasa dekat dengan anak-anaknya.
Bersama istri tercintanya, ia mulai mengajarkan tanggung jawab kepada anak-anaknya. Di antara aturan keluarga yang diterapkannya ialah berangkat ke sekolah maksimal jam 06.45. pada jam ini, anak-anak harus sudah siap. Kesiapan berangkat ditunjukkan dengan mereka sudah mandi shalat subuh, mandi pagi dan berpakaian rapi, telah sarapan. Jika tidak siap, maka akan ditinggal di rumah. Konsekuensinya hak-haknya selama satu hari tersebut dicabut: hak nonton televisi, hak bermain di luar rumah dan bersepeda. Hanya diperbolehkan membaca dan menggambar. Ketegasan Suherman bersama istri diuji ketika anaknya benar-benar tidak siap pada waktu yang disepakati. Meski pahit konsekuensi yang harus ditanggung anaknya, tetapi hal tersebut baik hasilnya. Setelah diterapkan aturan tersebut, hanya dua kali anaknya telat sekolah. Hingga saat ini anak-anaknya bisa berangkat ke sekolah tepat waktu.
Selepas maghrib, ia telah ditunggu oleh bapak-bapak di masjid dekat tempat tinggalnya, untuk mengajar mereka mengaji dengan menggunakan metode Ummi. Jadwal mengaji mereka yaitu dari hari Ahad hingga Jumat. Libur hanya pada hari Sabtu atau ketika ia tengah memiliki tugas ke luar kota. Sembari menunggu bapak-bapak bersiap mengaji, selepas maghrib ia manfaatkan untuk mengajari kedua anaknya mengaji. Selain itu, sepekan dua kali ia mengisi kajian rutin bersama para binaannya (baca: liqo).
Suherman telah mengajarkan kepada kita kreativitas dalam berdakwah. Baginya ilmu yang sedikit tidak menjadi alasan untuk tidak berkontribusi bagi masyarakat. Ia mencontohkan dengan meluncurkan program halaqah Qur’an pada Ramadhan tahun lalu. Sasarannya ialah bapak-bapak jamaah masjid kompleksnya. Saat itu terdapat dua orang yang mendaftar. Ia berusaha istiqomah menjalankan programnya meski jumlah muridnya tidak seberapa. Program tersebut terus berjalan selepas Ramadhan dan hasilnya bisa terlihat dari kemampuan mengaji para pesertanya. Melihat hal ini, pengurus masjid pun menyambutnya dengan baik dan mendorong jamaah lain untuk bergabung. Alhamdulillah, saat ini tercatat 21 orang telah bergabung dalam program halaqah Qur’an tersebut.
***
Suherman dipercaya oleh partai dakwah untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di lembaga legislatif, karena sebelumnya ia dianggap sukses memegang beberapa amanah, seperti Karateker Sekjen KAMMI, ketua DPD PKS Kota Jayapura periode 2005 hingga 2010, dan sejumlah amanah dakwah lainnya.
Saat ini ia duduk di Komisi C DPRD Kota Jayapura yang membidangi pendidikan, kesehatan dan sosial. Ia berpesan kepada para calon aleg yang baru, jika ia nanti terpilih. Ia teringat saat pertama kali ia menjadi aleg di tahun 2009 lalu. Semua tugas akan dapat berjalan dengan baik jika kita memiliki tipe pembelajar dan mau bekerja keras. Tidak ada hal yang tidak mungkin untuk kita pelajari dan kita lakukan. Berkat kemauannya inilah, awal tahun 2012 ia dipercaya menjadi ketua Fraksi PKS di DPRD Kota Jayapura.
Pada alat kelengkapan dewan, ia duduk sebagai anggota badan anggaran dan badan legislasi. Ia bersama rekan-rekan sefraksinya berjuang untuk banyak memberi warna pada kedewanan. Pada bidang anggaran, ia mendorong agar anggaran efektif berbasis program. Didorong agar pengalokasian anggaran lebih berpihak kepada publik. Hasilnya APBD 2012 dan 2013 sudah banyak berubah. Telah lebih besar alokasi anggaran untuk publik daripada belanja pegawai. Ke depannya akan terus didorong untuk lebih besar lagi.
Sebagai bukti kecintaan dan perhatian serius terhadap masa depan generasi muda, ia bersama anggota Fraksi PKS lainnya menjadi inisiator Raperda Perlindungan Anak. Semoga Kota Jayapura menjadi Kota Layak Anak (KLA).


*by Masdi Abu Hani

http://pkskotajayapura.org/artikel/read/suherman-berkembang-bersama-tarbiyah

About pkskabbogor

Check Also

Politisi PKS Minta Pemerintah Fasilitasi Sholat Minta Turun Hujan

Politisi PKS Provinsi Kalimantan Tengah, Heru Hidayat meminta pemerintah provinsi setempat termasuk pemerintah tingkat kabupaten/kota …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.