Saturday , December 7 2019
Home / Artikel / Dari Sawah Ke Gedung Dewan (PKS)

Dari Sawah Ke Gedung Dewan (PKS)

Oleh : Amrullah Aviv
PKS merupakan Partai yang memframe dirinya kedalam sebuah kata “Kepedulian”. Kepedulian yang memunculkan dan mengejawantah dalam bentuk pelayanan.
Frame inilah yang terlihat jelas pada sosok bapak muda, yang dari sejak kecilnya sampai dewasa berada di pinggiran pulau Kalimantan, di bawah kaki pegunungan meratus yang terbentang panjang. 
Sampai dewasa tak pernah bepergian jauh, kecuali hanya disekitar provinsi Kalimantan Selatan, tak jauh dari kota kelahirannya Pandawan, Barabai, Kab. Hulu Sungai Tengah. Bapak muda yang lahir pada 5 november 1978 atau sekitar 34 tahun lebih ini memiliki tiga orang anak, membangun rumah tangga dalam sebuah rumah sederhana di Desa Palajau.
Bersosok tubuh tidak terlalu besar dengan perilkau dan pakaian seperti orang kebanyakan, banyak orang yang tak mengira kalau sosok ini adalah seorang anggota dewan dan mantan Ketua DPD PKS Kab. HST, Partai Pemenang Pemilu 2004 dan 2009.
Sosok bapak ini adalah Supriyadi, yang lebih akrab biasanya di banua dipanggil dengan “Guru Usup”.  Hidup keseharian yang kebanyakannya menggunakan sepeda motor, gaya pergaulan yang santun, ramah dan murah senyum tentunya merupakan gaya pergaulan yang disukai masyrakat.
Tak banyak yang berpengaruh dalam hidupnya, kecuali ketika menjadi mahasiswa di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) dan bertemu dengan sebuah pengajian yang biasanya disebut dengan liqa atau halaqah, dari sinilah akhirnya banyak hal yang merubah arah hidupnya.
Menjadi anggota dewan sejak 2004-2009 dan 2009 sampai nanti 2013, menjadi pintu pembuktian pengabdian supriyadi kepada masyarakat.
Hampir setiap kali ada musibah baik itu kebakaran, banjir dll, supriyadi bersama tim PKS selalu turun membantu dan langsung turun ke tempat kejadian, “kan buhanya tu warga kita jua” (bahasa banjar, baca : kan mereka juga warga kita) jar supriyadi. Walaupun datang hanya dengan sedikit bantuan namun inilah wujud dar kepedulian kita, tambahnya.
Gambar : Ketika Guru Usup mengunjungi dan sekaligus menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran
Bapak muda yang sedari kecilnya sering kesawah (“bahuma” dalam bahasa banjarnya) membantu orang tua, sampai ketika mahasiswa pun masih sering “bahuma” ini menambahkan bahwa ia juga sering menggunakan mobil dinasnya untuk membawa orang sakit ke rumah sakit ataupun dari rumah sakit balik ke rumah, dan itu bukan sekedar warga yang ada di kampung atau kecamatannya tapi juga sering dari kecamatan-kecamatan yang lain, dan inipun dilakukan supriyadi dengan gembra dan ikhlas, bahkan biasnya langsung disetir sendiri, “biar lebih banyak pahalanya” ujar nya menambahkan.
Sumber :
http://polhukam.kompasiana.com/politik/2013/03/20/2/543919/dari-sawah-ke-gedung-dewan-pks-.html

About pkskabbogor

Check Also

Berkah Musyawarah, Salah Maupun Benar Hasilnya

  Musyawarah itu berkah, apapun keputusannya. Berkah saat benar atau pun salah hasil keputusannya. Allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.