Monday , December 9 2019
Home / Artikel / Bukan Kader ‘Politik’ PKS

Bukan Kader ‘Politik’ PKS

Saya bukan Kader (politik) PKS. Karena menurut aturan saya tidak boleh aktif berpolitik praktis disebabkan status sebagai PNS salah satu Direktorat di Kementerian Keuangan. Namun saya tidak bisa menafikan status sebagai kader dakwah PKS. Sebab, selama bertahun-tahun, sejak kuliah, saya dibina secara rutin oleh sebuah gerakan dakwah yang sekarang berubah wujud menjadi PKS.

Pembinaan semacam apa sih yang diberikan? Terlalu panjang kalau mau diurai satu persatu. Mudahnya, kami dibina untuk menjadi pribadi Muslim yang kaffah. Melalui pemahaman,  pengamalan dan pengalaman. Lalu kami diarahkan untuk menjadi agen perubahan (change agents) di lingkungan mana pun kami berada atau berkiprah.
Perubahan seperti apa? Ibarat berada di tengah kegelapan, diharapkan para kader ‘dakwah’ minimal mulai menjadi lilin-lilin kecil yang sedikit menguak kegelapan di berbagai sudut. Harapannya, semakin banyak kader semakin banyak lilin. Apalagi bila kader mampu meraih kekuasaan, mungkin keberadaannya bukan sekedar menjadi sebatang lilin tapi seperti lampu sorot 1000 watt! Diimpikan suatu saat kelak gelap akan sirna.
Apa manfaat yang saya dapatkan selama bergabung dalam jamaah dakwahnya PKS? Banyak sekali. Pertama, ibarat seekor domba, akan lebih aman bila domba berkumpul dengan kawanannya dari sergapan serigala pemangsa ketimbang dia bergerak sendirian. Alhamdulillah saya dapat melewati masa-masa sulit bekerja di sebuah instansi yang terkenal ‘paling basah’, apalagi di masa-masa jahiliyahnya, berkat perlindungan Allah SWT melalui pembinaan rutin gerakan dakwah ini. Ada sebuah ungkapan di lingkungan kerja saya, ”kalau gak kuat-kuat maka kita akan kaya.”  Gerakan dakwah ini telah membantu saya untuk ‘kuat’. Bahkan mudah-mudahan sedikit banyak keberadaan saya bisa mewarnai lingkungan kerja untuk menjadi lebih baik.
Lalu apa lagi? Dalam perjalanan pembinaan saya kadang tergabung dengan teman dari berbagai profesi. Ada PNS seperti saya, ada usahawan, pengurus PKS, atau anggota legislatif. Melalui diskusi kami sering saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Memahami profesi masing-masing. Sehingga walau PNS saya punya wawasan tentang dunia perpolitikan atau di dunia usaha.
Sebaliknya, saya juga bisa memberikan masukan kepada kawan-kawan aktifis politik yang terjun di legislatif ataupun eksekutif. Memberi mereka perspektif pengelolaan Keuangan Negara. Sehingga mereka yang ‘swasta’ bisa memahami seluk beluk dunia birokrasi. Jadi kami bisa saling mengisi.
Manfaat lain, waktu saya menjadi lebih produktif. Di luar kesibukan pekerjaan kami diajak untuk turut serta membina masyarakat. Terlibat aktif dalam menangani berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. Hal ini membuat hidup saya terasa lebih bermakna ketimbang sekedar menjadi pegawai kantoran.
Belum lagi manfaat bagi pembentukan, pemeliharaan, dan peningkatan kualitas pribadi. Kami misalnya dibiasakan saling mengingatkan terkait ibadah. Dimotivasi untuk selalu memperbaiki ibadah dari waktu ke waktu. Selalu mengembangkan wawasan. Bekerja lebih baik, dsb.
Alhamdulilah, dengan menjadi bagian dari kader dakwah PKS saya dapat berkontribusi lebih optimal mewujudkan mimpi saya sebagai salah seorang rakyat biasa Indonesia. Mimpi sebagaimana tertera dalam visi PKS :  mewujudkan masyarakat Indonesia madani yang adil, sejahtera, dan bermartabat. Indonesia yang lebih baik!
Mungkin ada diantara Anda yang protes, ”Bukan cuma PKS yang punya visi demikian. Kami sebagai anak bangsa juga punya keinginan yang sama agar bangsa ini lebih baik.”
Maka saya akan bilang pada Anda, ”O ya? Kalau begitu kenapa Anda tidak bergabung saja dengan mereka? Anda akan punya banyak teman seperjuangan untuk menwujudkan mimpi Anda itu. Atau, bila posisi Anda tidak bebas seperti karena PNS misalnya, Anda tetap bisa ikut berkontribusi dengan melakukan perubahan-perubahan di tempat Anda bekerja. Bukankah dengan bersama perjuangan bisa lebih ringan?”


By : Rimon St Batuah

Sumber : http://www.pkspiyungan.org/2013/03/bukan-kader-politik-pks.html

About pkskabbogor

Check Also

Berkah Musyawarah, Salah Maupun Benar Hasilnya

  Musyawarah itu berkah, apapun keputusannya. Berkah saat benar atau pun salah hasil keputusannya. Allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.